Data asset memiliki atribut dan status yang beragam.
Model data dan alur input dipisahkan antara identitas tetap, status operasional, dan riwayat aktivitas.
Case study / Internal Business System
Sistem terpusat untuk mencatat, mengelompokkan, dan memonitor asset perusahaan dari satu workspace.
01 / Overview
Sistem terpusat untuk mencatat, mengelompokkan, dan memonitor asset perusahaan dari satu workspace.
02 / The problem
Data asset perlu dikelola secara konsisten agar status, lokasi, dan riwayatnya dapat ditelusuri tanpa bergantung pada pencatatan yang tersebar.
03 / Business requirements
04 / Solution
Custom web application yang menyatukan data asset, aktivitas monitoring, dan laporan dalam alur kerja yang lebih terstruktur.
05 / System architecture
Operations Team terhubung ke Web Application. Web Application terhubung ke REST API. REST API terhubung ke Asset Database. Asset Database menjadi tujuan akhir aliran data.
Pengguna
Aplikasi
Service
Database
06 / Key features
07 / Technology
08 / Challenges
Model data dan alur input dipisahkan antara identitas tetap, status operasional, dan riwayat aktivitas.
Informasi utama diprioritaskan dalam ringkasan, filter, dan status yang konsisten.
09 / Implementation
Memetakan alur pencatatan dan monitoring asset.
Menyusun struktur data untuk asset, kategori, lokasi, dan histori.
Membangun modul operasional secara bertahap dan menguji alur utama.
Menyiapkan aplikasi untuk deployment dan pengembangan berikutnya.
10 / Result
11 / Interface mockups
Asset registry
Area interface untuk mendukung alur kerja ini secara jelas dan konsisten.
Status & location tracking
Area interface untuk mendukung alur kerja ini secara jelas dan konsisten.
Activity history
Area interface untuk mendukung alur kerja ini secara jelas dan konsisten.
Visual merupakan mockup konseptual untuk menjelaskan struktur interface, bukan screenshot sistem atau data client.
Punya kebutuhan serupa?